Dalam tahapan resmi Pilkati, Sukamto mengikuti agenda mendengarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Bupati Tubaba, pengambilan nomor urut calon, serta penandatanganan fakta integritas. Dari proses tersebut, Sukamto memperoleh nomor urut 03.
Namun, bagi Sukamto, perjalanan menuju Pilkati bukan sekadar tentang nomor urut maupun persaingan antarcalon. Ada nilai dan doa yang menjadi bagian penting dalam setiap langkahnya.
Usai mengikuti tahapan Pilkati, Sukamto menyempatkan diri berziarah ke makam almarhum bapak dan ibu tercinta. Di tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya, ia memanjatkan doa sekaligus memohon restu agar perjalanan yang sedang ditempuh diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan untuk mengemban amanah sebagai Kepalo Tiyuh tidak hanya membutuhkan keberanian dan kemampuan, tetapi juga ketulusan hati, tanggung jawab, serta komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat.
Dengan nomor urut 03, Sukamto membawa harapan untuk dapat memberikan kontribusi terbaik bagi Tiyuh Daya Sakti. Ia menilai Daya Sakti memiliki potensi besar yang dapat terus dikembangkan apabila dikelola dengan semangat kebersamaan, transparansi, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Menurutnya, Pilkati merupakan momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan tiyuh ke depan. Karena itu, seluruh proses harus dijalankan dengan penuh kedewasaan, mengedepankan persaudaraan dan menghormati pilihan masyarakat.
Sukamto pun mengajak seluruh elemen masyarakat Daya Sakti untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan suasana yang kondusif hingga seluruh tahapan Pilkati selesai.
“Nomor urut hanyalah bagian dari proses. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kepercayaan masyarakat nantinya dapat dijawab dengan pengabdian dan kerja nyata untuk Daya Sakti,” kata Sukamto kepada media .(14/08/2026).
Dengan doa restu kedua orang tua, integritas sebagai landasan, serta harapan untuk membangun Daya Sakti yang lebih baik.(San).
.png)


.png)

