Asahan, ungkapfakta.info-
Sejarah Tari Gubang merupakan warisan budaya Melayu pesisir yang berasal dari Kabupaten Asahan dan Tanjungbalai, Sumatera Utara. Tarian ini lahir dari kehidupan masyarakat Melayu pekerjaan nelayan yang sangat dekat dengan laut, angin, dan perahu sebagai sumber kehidupan.
Bermula dari kisah seorang nelayan, yg hendak pulang kerumah di tengah malam dia melihat gerakan makhluk bunian menari dengan indah di tengah hutan. Gerakan itulah kemudian ditiru dan diwariskan secara turun-temurun ke anak dan cucu hingga sekarang si waris kan menjadi salah satu identitas budaya Melayu Asahan.
Mama" 𝙂𝙪𝙗𝙖𝙣𝙜 " dipercaya berasal dari kata yang berarti perahu kecil. Dahulu tarian ini dibawakan sebagai ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa keselamatan ketika melaut. Seiring perkembangan zaman dan masuknya budaya Islam di tanah Melayu, Tari Gubang berkembang menjadi seni pertunjukan adat dan budaya.
Gerakan Tari Gubang menggambarkan kehidupan masyarakat pesisir:Gerakan lembut penari perempuan melambangkan hembusan angin dan kelembutan Melayu Gerakan penari laki-laki menggambarkan semangat nelayan mendayung perahu, melempar jala, dan menghadapi ombak laut.
Kini Tari Gubang tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga simbol jati diri masyarakat Melayu Asahan yang terus dijaga kelestariannya.
𝙠𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙥𝙚𝙣𝙙𝙞𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝘼𝙨𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙈𝙪𝙨𝙖 𝙖𝙡 - 𝙗𝙖𝙠𝙧𝙞𝙚 𝙎𝙀. 𝙈.𝙎𝙞 Mengatakan
"Di tengah arus globalisasi, seni tari tetap menjadi bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya bangsa," kata Kadis Pendidikan Kab Asahan,selasa 15 /9/2026 .
Menurutnya sebagai warisan yang mencerminkan nilai luhur, sejarah, dan kepercayaan, seni tari gubang ini perlu terus dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Dinas pendidikan Asahan selalu mendukung perkembangan seni dan kebudayaan daerah karena seni tari gubang memiliki nilai mciri khas Melayu Asahan yang tak ternilai harganya bagi generasi mendatang.
Tutur nya.
𝙋𝙡𝙩 𝙠𝙖𝙗𝙞𝙙 𝙠𝙚𝙗𝙪𝙙𝙮𝙖𝙖𝙣 𝙆𝙖𝙗 𝙖𝙨𝙖𝙝𝙖𝙣. 𝘼𝙝𝙢𝙖𝙙 𝘼𝙩𝙖𝙣 𝙎𝙃 .𝙈𝙈.
mengatakan festival ini juga diyakini mampu membangkitkan motivasi dan kreativitas anak-anak selaku generasi penerus sehingga mereka bisa lebih mengenal dan mencintai budaya daerah
"Segala sesuatu yang dilombakan pasti persiapannya lebih matang, upayanya lebih keras. Dengan cara seperti ini anak-anak bisa mengenal dan mencintai budaya daerah, melalui tadi gubang dan budaya lain sehingga mereka turut melestarikan budaya daerah," tutur plt kabid kebudayaan yg akrab di panggil. 𝘼𝙗𝙖 𝘼𝙩𝙖𝙣.
Di akhir pertemuan media ungkap fakta.com.."mengatakan kegiatan ini sekaligus menjadi bukti konkrit perwujudan dari implementasi program merdeka belajar melalui kolaborasi potensi anak dan guru dalam berpikir serta berekspresi.
Sekolah bukanlah kerangkeng untuk mereka hanya menghapal teori-teori, rumus-rumus, tetapi bagaimana potensi kemanusiaan mereka berkembang. Salah satunya adalah potensi budaya tari Gubang dari Melayu asahan.
Wijaya kesuma. SH.
.png)
.png)

