![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 30 SEPTEMBER 2026 Pernyataan tegas Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan saat melakukan inspeksi mendadak ternyata kosong melompong. Pantauan lapangan Rabu (30/09) membuktikan aktivitas pengecoran BBM di SPBU milik BUMD tetap berjalan liar. Kendaraan berjejer mengular dari arah Terminal Menggala hingga ke lokasi, memenuhi bahu jalan, mengganggu lalu lintas seolah tidak pernah ada larangan.
Saat sidak, Hankam Hasan menyebut tahu siapa saja yang bermain, berapa nilainya, dan meminta dihentikan. Namun hari ini, semuanya berjalan seperti biasa. Tidak ada yang berhenti, tidak ada yang ditindak, tidak ada yang diproses.
Menanggapi fakta tersebut, Ketua DPP LSM Andika Fortuba menyampaikan kecaman kerasnya. Red
"Ini bukan sekadar tidak tertib. Ini bukti nyata bahwa apa yang dikatakan di depan kamera tidak sama dengan kenyataan di lapangan. Kalau benar tahu siapa yang bermain, berapa yang dibayarkan, ke mana uang itu pergi mengapa tidak ada satu nama pun yang diproses? Mengapa kendaraan tetap berjejer seperti biasa? Itu bukan pimpinan. Itu panggung sandiwara."
Warga Kecamatan Menggala yang melihat langsung kondisi di lokasi juga menyampaikan kemarahan yang tak dapat ditahan. 30/09/2026
"Kami melihat sendiri. Kemarin dibilang dihentikan, hari ini sama saja. Jalan penuh, kendaraan antre sampai jauh. Kalau dilarang mengapa masih terjadi? Apakah pejabat takut pada mereka yang bermain di sini? Kami tidak butuh janji. Kami butuh tindakan nyata."
Fakta ini membuktikan: larangan yang diucapkan hanyalah pertunjukan. Jika benar ingin menertibkan, mengapa tidak ada perubahan sedikit pun? Mengapa kendaraan tetap memenuhi jalan? Apakah arahan itu hanya diucapkan untuk menenangkan publik, lalu diam-diam dibiarkan terus berjalan.
Masyarakat bertanya: siapa yang dilindungi? Mengapa setelah pejabat tertinggi kedua berbicara, tetap tidak ada yang berani menindak? Apakah ada pihak yang lebih kuat dari aturan, sehingga perintah Wakil Bupati pun tak mampu menyentuhnya.
Andika Fortuba menegaskan, "Kalau tidak berani menindak, serahkan ke Kejaksaan. Serahkan semua nama, semua bukti, semua angka. Jangan simpan sendiri untuk diancamkan. Rakyat tidak butuh ancaman, rakyat butuh keadilan."
Hingga kini belum ada satu nama pun yang diserahkan ke penegak hukum. Belum ada dokumen yang dipublikasikan. Yang terlihat nyata hanyalah antrean yang kembali memanjang dan kerugian yang terus mengalir.
Masyarakat mendesak Kejaksaan Negeri Tulang Bawang, Kejaksaan Tinggi Lampung, hingga KPK untuk turun langsung. Jika sidak hanya sandiwara, maka ada yang sengaja membiarkan uang rakyat diambil segelintir orang. Siapa yang bertanggung jawab?
Narasumber:
• Andika Fortuba Ketua DPP LSM Fortuba
• Perwakilan warga Kecamatan Menggala
Sumber: Pantauan lapangan langsung, aspirasi warga Kecamatan Menggala
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

