Saat ini kabupaten pasaman barat (Pasbar) Prov. Sumatera Barat sedang berlangsung pesta demokrasi pemilihan Walinagari (Pilwana), sebanayak 87 Nagari akan mengikuti Pilwana di Pasaman Barat.
Ditengah-tengah kemeriahan Pilwana yang sedang berlangsung tidak dapat dihindari gesekan yang akan terjadi di masyarakat karna berbeda pandangan dan pilihan. Namun sejatinya perbedaan tadi seharusnya tidak harus membuat kita terpecah belah.
Ahir-ahir ini sering mencuat kepermukaan Isu yang sangat dilarang dalam berpolitik yaitu Isu Sara dan Ras, kita khawatir isu ini dapat membuat perpecahan antar masyarakat kita. Apalagi Pilwana ini adalah ajang memilih pemimpin di tingkat yang paling bawah tentu calon-calon yang hadir saat ini adalah tokoh-tokoh dari masyarakat itu sendiri.
Rahmad salah seorang jurnalis muda yang ada di pasaman barat menilai cara-cara politik seperti ini tujuannya hanya satu yaitu memecah belah, jadi kita berharap masyarakat tidak terpengaruh terhadap Isu yang beredar
“Dalam berpolitik banyak cara yang di lakukan oleh para calon baik cara adu gagasan ide dan ada juga dengan cara menyebar Isu Sara dan Ras, ini dapat menjadi bara api di antara kita,” Kata Rahmad.
Kita berharap tertu masyarakat dan para calon untuk lebih jeli dan berfikir lebih jernih jangan terpancing oleh isu dan fitnah yang beredar.
“Sejatinya Pilwana ini dilaksanakan bertujuan untuk memilih pemimpin. Kita tau daerah kita Pasaman Barat ini terdiri dari berbagai Ras dan Suku Seperti Minang, Mandahiling, Jawa dan suku lainya. Jadi kalau para calon ini menyebar Isu yang berbau Ras tentu akan membuat perpecahan di antara kita,” Tambahnya.

.png)

.png)


