![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG — Sumber dari lingkungan salah satu dinas di Kabupaten Tulang Bawang, yang identitasnya dirahasiakan dan nomor teleponnya sengaja disembunyikan demi keselamatan, menyampaikan pengakuan yang menggetarkan seluruh lapisan masyarakat.
Bupati Qudrotul Ihwar, pimpinan tertinggi di daerah ini, kini dikatakan sudah merasa risih. Lebih dari sekadar risih beliau duduk di sofa yang empuk, yang bagus, yang berkilau harganya mahal, bagaikan duduk di atas duri.
Sejak pemberitaan terkait dugaan penyimpangan keuangan Badan Usaha Milik Daerah mulai terdengar dan menyebar ke telinga rakyat, tidak ada satu hari pun yang berlalu dengan tenang. Kursi yang seharusnya kokoh terasa goyah. Alas yang seharusnya nyaman terasa menusuk ke tulang. Di balik pintu ruangan yang megah, ada kegelisahan yang tak bisa disembunyikan oleh kemewahan apa pun.
Ini bukan sekadar perasaan. Ini adalah tanda. Tanda bahwa ada sesuatu yang berat tersimpan di balik setiap keputusan yang diambil. Tanda bahwa setiap angka yang hilang, setiap dana yang tak terjelaskan, setiap langkah yang diambil di luar jalur yang benar kini kembali menagih pemiliknya.
Mengapa orang yang duduk di kursi kekuasaan begitu gelisah? Mengapa orang yang seharusnya tenang justru tak bisa tidur nyenyak? Jika semua urusan BUMD sudah berjalan sesuai aturan, tak ada yang perlu ditakuti. Jika setiap rupiah dikelola dengan jujur, tak ada yang perlu disembunyikan. Jika tidak ada keraguan, tak ada alasan untuk menghindar.
Fakta berbicara sendiri, semakin banyak pertanyaan muncul, semakin sunyi jawaban yang diberikan. Semakin dalam pemeriksaan dijalankan, semakin banyak pintu yang tertutup rapat. Semakin banyak warga bertanya, semakin jauh pimpinan menjauh.
Masyarakat Tulang Bawang tidak menuntut kemewahan. Tidak menuntut kata-kata manis. Tidak menuntut pembelaan yang berbelit-belit. Rakyat hanya menuntut satu hal yang sederhana: kebenaran.
Kebenaran tentang ke mana perginya uang yang seharusnya menjadi milik daerah. Kebenaran tentang siapa yang mengambil keuntungan dari pengelolaan BUMD yang seharusnya menguntungkan rakyat. Kebenaran tentang mengapa hal ini dibiarkan berlangsung begitu lama tanpa ada yang berani menghentikannya.
Sumber yang menyampaikan ini menegaskan, suara ini bukan satu-satunya. Banyak pihak lain yang juga mengetahui hal serupa, yang menahan napas, yang menunggu waktu yang tepat untuk bersuara. Tekanan ini tidak akan surut. Tidak akan mereda. Tidak akan berhenti sampai kebenaran terungkap sepenuhnya dan semua pihak yang terlibat dipanggil untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum yang sama untuk siapa saja.
Sofa yang empuk tidak akan mampu menutupi rasa berdosa selamanya. Kemewahan tidak akan mampu menenangkan hati yang penuh kegelisahan. Duduk di atas duri itu bukan takdir itu adalah akibat dari apa yang ditanam sendiri. Dan rakyat akan terus mengawasi, terus bertanya, terus menuntut, sampai keadilan benar-benar ditegakkan di tanah ini.
Siapa yang bersalah, dia yang harus menjelaskan. Siapa yang bersih, dia yang tidak perlu lari. Biarkan fakta berbicara, biarkan hukum berjalan tanpa pandang bulu, dan biarkan rakyat melihat siapa yang akhirnya berdiri tegak dan siapa yang akhirnya jatuh bersama kebenaran yang terlambat datang.
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

