• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ratusan Pelaku UMKM Makassar Ikuti Workshop Digital Branding, UPT PLUT Sulsel dan UKM IKM Nusantara Perkuat Komitmen Pendampingan

    Jumat, 11 September 2026, September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T03:30:30Z
    masukkan script iklan disini



    Makassar, ungkapfakta.info

    Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kota Makassar mengikuti Workshop Kewirausahaan dan Digital Branding Produk UMKM yang digelar di UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Kamis (10/9/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut melibatkan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT PLUT Sulsel bersama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) UKM IKM Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan. Workshop ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan, membangun identitas produk, serta meningkatkan kemampuan memanfaatkan kanal digital sebagai bagian dari strategi pemasaran.


    Hadir sebagai narasumber Kepala UPT PLUT Sulsel Luqman Abdul Aziz Halim, S.TP., M.Tr.A.P., Konsultan Kemitraan PLUT Sulsel Muh. Saleh R., S.E., M.Si., Konsultan Pemasaran Digital PLUT Sulsel Wiwik Amelia, serta Ketua DPW UKM IKM Nusantara Sulsel Gethanita Syam, S.E., M.M.


    Rangkaian kegiatan dipandu oleh Saharuddin, S.E., M.M., RHA, selaku Sekretaris DPW UKM IKM Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan yang bertindak sebagai moderator. Ia memandu jalannya kegiatan, termasuk diskusi dan interaksi antara narasumber dengan para peserta.
    Materi workshop diarahkan pada penguatan kewirausahaan dan digital branding, mulai dari membangun identitas merek, menampilkan keunggulan produk, mengoptimalkan media digital, hingga menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.


    Selain sesi pelatihan, kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penandatanganan pernyataan komitmen bersama antara UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dewan Pengurus Wilayah UKM IKM Nusantara Provinsi Sulawesi Selatan.


    Penandatanganan komitmen tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat sinergi dalam pendampingan pelaku UMKM sekaligus membantu membuka dan memperluas akses pemasaran bagi produk-produk UMKM di Sulawesi Selatan.


    Melalui komitmen bersama tersebut, kedua pihak mendorong pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada penerapan dan pengembangan usaha secara nyata. Pelaku UMKM diharapkan mendapatkan dukungan dalam memperkuat branding, meningkatkan strategi pemasaran, mengembangkan kualitas produk dan kemasan, serta menghubungkan produk mereka dengan peluang pasar dan jejaring kemitraan.


    Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi pelaku usaha tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu pelaku usaha menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pemasaran, legalitas, pembiayaan, pengembangan produk hingga perluasan jaringan usaha.
    Tingginya jumlah peserta yang mengikuti workshop juga menunjukkan besarnya kebutuhan pelaku UMKM terhadap peningkatan kapasitas dan pendampingan. Namun, di tengah semakin banyaknya program pelatihan UMKM, tantangan berikutnya adalah memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, materi pelatihan, maupun sertifikat keikutsertaan.


    Pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar teori. Mereka membutuhkan pendampingan setelah pelatihan, akses permodalan, kepastian dan perluasan pasar, peningkatan kualitas kemasan, legalitas usaha, kemampuan digital marketing, hingga akses terhadap kemitraan.


    Karena itu, keberhasilan program pemberdayaan UMKM perlu dilihat dari dampaknya terhadap perkembangan usaha. Tidak hanya berapa banyak peserta yang hadir dalam sebuah kegiatan, tetapi juga berapa banyak pelaku usaha yang mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh, meningkatkan omzet, memperluas pasar, memperoleh legalitas dan akses pembiayaan, serta mendapatkan peluang kemitraan.


    Ukuran tersebut penting agar program pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada output kegiatan, tetapi mampu menghasilkan outcome yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha, seperti peningkatan kapasitas, akses pasar, daya saing, produktivitas, omzet, dan keberlanjutan usaha


    Dalam konteks tersebut, digital branding juga tidak semestinya dipahami sebatas kemampuan membuat konten atau mengelola media sosial. Branding merupakan bagian dari strategi bisnis untuk membangun identitas, meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat nilai produk, dan meningkatkan daya saing.


    Produk lokal yang memiliki kualitas baik tetapi tidak mampu membangun identitas merek, menjangkau konsumen secara efektif, dan mempertahankan pasar akan tetap menghadapi tantangan dalam pengembangan usaha. Karena itu, materi digital branding perlu diterjemahkan ke dalam praktik dan didukung dengan pendampingan secara berkelanjutan.
    Pelaku UMKM perlu didampingi dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mulai dari memperbaiki identitas merek dan kemasan, meningkatkan kualitas foto dan konten produk, mengoptimalkan media sosial, hingga mengembangkan strategi pemasaran digital yang mampu mendorong terjadinya transaksi.
    Komitmen pendampingan antara UPT PLUT Sulsel dan DPW UKM IKM Nusantara Sulsel diharapkan dapat menjadi salah satu langkah konkret untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membantu pelaku UMKM mendapatkan akses pemasaran dan peluang pengembangan usaha yang lebih luas.
    Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem UMKM di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan. Ratusan pelaku UMKM yang hadir tidak sekadar menjadi angka dalam laporan kegiatan, tetapi menjadi pelaku usaha yang terus dikawal agar mampu tumbuh, berkembang, mandiri, memiliki akses pasar, dan semakin berdaya saing.
    Keberhasilan workshop bukan semata-mata diukur dari seberapa ramai peserta yang hadir, melainkan dari seberapa banyak pelaku UMKM yang benar-benar mengalami perubahan dan peningkatan setelah kegiatan berakhir.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e