![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 4 OKTOBER 2026 Pengukuhan enam kepengurusan PERWOSI di tingkat Kecamatan yang dipimpin langsung oleh Ketua PERWOSI Kabupaten Tulang Bawang, Ny. Herlinawati Qudrotul, memunculkan pertanyaan tajam sekaligus seruan terbuka dari masyarakat. Kegiatan yang digelar secara megah ini dinilai bukan sekadar memperkuat gerakan olahraga perempuan, melainkan langkah awal menyusun kekuatan politik menjelang pemilihan kepala daerah di mana Ny. Herlinawati diduga bersiap mencalonkan diri sebagai Bupati Tulang Bawang.
Di sisi lain, publik juga menuntut peran aktif Ny. Herlinawati Qudrotul selaku pendamping Bupati sekaligus Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyampaikan masukan yang jujur dan berani kepada suaminya, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., terkait persoalan mendesak yang mengancam kepercayaan masyarakat, dugaan korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola SPBU milik daerah.
Enam kecamatan yang dikukuhkan Menggala, Menggala Timur, Gedung Meneng, Dente Teladas, Banjar Baru, dan Banjar Agung merupakan wilayah penyangga suara yang sangat strategis. Langkah menempatkan kader di setiap titik ini dinilai bukan kebetulan belaka, melainkan peta jangkauan dukungan yang disiapkan secara terstruktur.
Ketua DPD LSM Fortuba sekaligus tokoh masyarakat Tulang Bawang Andika Fortuba menyampaikan seruan tersebut. Red
"Kami tidak menolak kemajuan olahraga perempuan. Tapi pertanyaannya sederhana mengapa gerakan ini dilakukan secara serentak di enam kecamatan sekaligus, tepat di masa kepemimpinan suaminya berjalan, dan dipimpin langsung oleh istri Bupati sendiri? Apakah ini murni untuk kesehatan warga, atau sedang disusun jaringan pemilih untuk pencalonan dirinya?"
"Namun di atas segalanya, kami berharap Ny. Herlinawati Qudrotul tidak hanya sibuk membangun dukungan politik. Ibu adalah pendamping Bupati, Ibu juga ASN yang bersumpah menjaga kebenaran. Maka sampaikanlah secara terbuka dan tegas kepada Bupati Qudrotul Ikhwan: persoalan dugaan korupsi di BUMD SPBU sudah tidak bisa ditutup-tutupi lagi."
Andika Fortuba menegaskan bahwa kedekatan dengan pimpinan seharusnya dipakai untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar menaikkan citra diri.
"Tanyakanlah kepada suami Anda, ke mana perginya dana penyertaan modal miliaran rupiah yang raib dari BUMD? Mengapa Direktur Novi Marzani masih duduk tenang tanpa ada penjelasan pertanggungjawaban? Mengapa BUMD justru memakai dana pihak ketiga untuk belanja BBM, padahal modal sendiri sudah disetorkan rakyat? Apakah ada hubungan kekeluargaan atau kepentingan lain yang melindunginya?"
"Itulah masukan yang paling berharga yang bisa Ibu berikan. Bukan pujian, bukan pembelaan tapi pertanyaan yang jujur. Sebagai istri, Ibu berhak menasihati. Sebagai ASN, Ibu wajib menjaga aturan. Jangan biarkan kebersamaan di rumah menutup mata dari kerugian rakyat di luar sana."
Sorotan mengarah pula pada kemungkinan penyalahgunaan sarana jabatan. "Apakah anggaran yang dipakai untuk kegiatan ini berasal dari dana publik? Jika ya, maka rakyat berhak tahu apakah uang daerah digunakan untuk kepentingan program kerja, atau sedang dialihkan menjadi modal kampanye sebelum waktunya?"
Masyarakat menuntut kejelasan. Apakah Ny. Herlinawati Qudrotul benar-benar bersiap mencalonkan diri sebagai Bupati Tulang Bawang? Jika benar, apakah Bupati Qudrotul Ikhwan mengetahui dan mendukung langkah ini? Apakah Ibu sudah menyampaikan masukan tegas kepada Bupati terkait penyelesaian dugaan korupsi BUMD.
Apakah dana dan fasilitas yang dipakai murni dari sumber mandiri, atau memanfaatkan sumber daya pemerintahan yang dipimpin suaminya. "Jangan sembunyikan ambisi politik di balik seragam olahraga. Katakan jujur sejak awal rakyat lebih menghargai kejujuran daripada pura-pura melayani sambil mengumpulkan suara. Dan jika Ibu benar ingin memimpin, mulailah dari sekarang: beranilah bicara soal kebenaran, soal keadilan, soal uang rakyat yang hilang tanpa jejak."
"Satu keluarga memegang kekuasaan terlalu lama sudah cukup. Jangan diwariskan seperti harta pribadi. Tulang Bawang bukan milik satu rumah ini milik seluruh warga yang berhak memilih pemimpin tanpa tekanan, tanpa pengaruh jabatan, tanpa panggung yang dibangun dari fasilitas negara."
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Ny. Herlinawati Qudrotul maupun dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang terkait seruan ini.
Narasumber:
Ketua DPD LSM Fortuba, Tokoh Masyarakat Tulang Bawang Andika Fortuba
Sumber: Pantauan kegiatan PERWOSI, laporan dugaan penyimpangan keuangan BUMD SPBU, keluhan warga, dinamika calon kepala daerah
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)