![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 2 OKTOBER 2026 Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. menerima audiensi Perencanaan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 dari perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Ruang Rapat Bupati, Jumat (2/10). Di hadapan tamu pusat, Bupati menegaskan dukungan penuh, kesiapan berkoordinasi, serta kepatuhan terhadap regulasi agar program berjalan tertib dan tepat sasaran.
Namun kemegahan sambutan ini justru memunculkan pertanyaan tajam di kalangan masyarakat, mengapa ketegasan yang sama tidak ditunjukkan untuk menyelesaikan laporan dugaan korupsi yang sudah masuk lebih dari satu tahun.
Saat ini, warga menyoroti ketimpangan yang mencolok. Red
Program dari pusat disambut dengan rapat resmi, foto dokumentasi, janji patuh aturan semuanya tampak rapi dan cepat.
Sementara laporan masyarakat terkait dugaan penyimpangan keuangan di BUMD, penyaluran BBM bersubsidi yang tidak teratur, hingga tekanan kepada media justru dibiarkan tanpa kejelasan. Tidak ada rapat terbuka, tidak ada penjelasan resmi, tidak ada tindak lanjut yang diumumkan kepada publik.
Andika Fortuba, Ketua DPP LSM Fortuba, menyampaikan kecaman tegas. "Di depan tamu dari pusat, Bupati sangat rapi. Bicara tertib, bicara aturan, bicara tepat sasaran. Lantas di mana ketegasan itu saat rakyat melapor? Mengapa untuk program luar semua tampak berjalan, untuk persoalan rakyat sendiri yang sudah mengadu berbulan-bulan justru tidak ada yang diurus?"
"Kami tidak menolak pembangunan Kampung Nelayan. Justru kami meminta standar yang sama diterapkan untuk semua urusan. Jika ketertiban dan kepatuhan aturan dijunjung untuk program ini, mengapa di SPBU BUMD, di penyaluran BBM, di pengelolaan keuangan daerah aturan dibiarkan diinjak-injak?"
Fakta yang menjadi sorotan. Laporan dugaan korupsi di lingkungan BUMD sudah disampaikan lebih dari satu tahun, belum ada pengumuman hasil pemeriksaan.
Sosok yang diduga menguasai penyaluran BBM di SPBU BUMD diketahui sebagai orang dekat lingkaran pimpinan, namun tidak ada tindakan penertiban yang tegas.
Tim media yang mengangkat fakta lapangan didatangi dan diminta menghentikan pemberitaan bukan disambut di ruang rapat yang sama untuk menjelaskan kebenaran.
Andika Fortuba menegaskan. "Jangan tunjukkan wajah rapi hanya saat ada tamu. Tunjukkan kepada rakyatmu sendiri. Pembangunan tidak bisa dipakai untuk menutupi kebenaran yang ditunda-tunda. Bupati Qudrotul Ikhwan wajib menjelaskan: mengapa program dari pusat diurus dengan cepat, sementara laporan rakyat sendiri dibiarkan mengendur?"
Hingga saat ini belum ada klarifikasi dari Bupati Tulang Bawang terkait pertanyaan tersebut. Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan berlangsung di Kecamatan Dente Teladas, namun masyarakat berharap ketertiban yang dijanjikan juga berlaku untuk seluruh pengelolaan keuangan daerah.
Narasumber:
Andika Fortuba Ketua DPP LSM Fortuba
Perwakilan masyarakat (identitas dirahasiakan)
Sumber: Rilis resmi Pemkab Tulang Bawang, laporan masyarakat, pantauan fakta lapangan
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)

