• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Ratusan Hektare Sawah di Dandang Terancam Gagal Panen Dampak Kekeringan, Koptan Butuh Bantuan Pemerintah Sumur Bor

    Sabtu, 15 Agustus 2026, Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T02:52:33Z
    masukkan script iklan disini





    SULSEL, Ungkapfakta.info - 

    Ratusan hektare lahan sawah di Desa Dandang, Dusun Pangalli, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami kekeringan dan terancam gagal panen. Penyebabnya adalah musim kemarau dan fenomena El Nino.


    " Hingga 14 Agustus 2026 laporan mengenai dampak kekeringan mencapai ratusan hektare," sebut Ketua Kelompok Tani (Koptan) Tunas Muda di Pangalli, Yustus Bunga, kepada media ini ketika dimintai konfirmasi, Jumat (14/8/2026).


    Ketua Koptan Tunas Muda yang akrab di sapa Yus mengatakan bahwa, kekeringan melanda Kecamatan Sabbang Selatan dan Kecamatan lainnya. Dari ratusan hektare lahan sawah yang mengalami kekeringan.



    "Apabila tidak ditangani secara serius, ancaman puso bisa meluas dari lahan yang sudah kekeringan dan kami butuh sumur bor di lahan sawah petani.


    Salah satu langkah yang didorong Koptan Tunas Muda, Sumber Tani dan Koptan Tunas Mase-Mase yakni, pengadaan bantuan sumur bor di sejumlah kawasan persawahan yang kekeringan, karena di Dusun Pangalli itu sistem tadah hujan.


    Yus menilai keberadaan sumur bor dapat menjadi salah satu solusi alternatif ketika pasokan air tadah hujan tidak mampu memenuhi kebutuhan lahan pertanian, khususnya di wilayah Dusun Pangalli yang paling terdampak kekeringan.


    " Kami meminta pemerintah Luwu Utara mengupayakan bantuan sumur bor ke Pemerintah Sulsel di beberapa atea persawahan kami. Ini bukan sekadar persoalan hari ini, tetapi bagaimana pemerintah menyelamqtkan lahan dan penghidupan para petani di Lutra menghadapi ancaman kekeringan," sebutnya, Jumat 14 Agustus 2026.


    Kelompok Tani juga meminta pemerintah desa, kecamatan, dinas terkait serta jajaran PPL Peranian untuk membangun koordinasi yang lebih kuat. Pendataan terhadap titik-titik persawahan yang mengalami kekeringan dinilai penting agar bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.


    " Ketua Kelompok Tani menegaskan bahwa, petani tidsk boleh dibiarkan berjuang sendiri menghadapi kekeringan. Pemerintah harus hadir denfan solusi nyata, bukan sekadar imbauan," jelasnya.


    Ega/Yus

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e