• Jelajahi

    Copyright © Ungkap Fakta
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Halaman

    Rembuk Stunting Kelurahan Samalewa: Angka Turun, Peran Orang Tua Tetap Kunci Utama

    Jumat, 14 Agustus 2026, Agustus 14, 2026 WIB Last Updated 2026-08-14T06:53:11Z
    masukkan script iklan disini



    Rembuk Stunting Kelurahan Samalewa: Angka Turun, Peran Orang Tua Tetap Kunci Utama
     
    PANGKEP —Ungkap Fakta- Pemerintah Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 guna menyatukan langkah dan memperkuat sinergi dalam penanganan serta pencegahan stunting di wilayahnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Bungoro Dewi Sartika, S.H., M.M., Lurah Samalewa Muhammad Tawaf, Bidan,PLKB, serta para ibu dan orang tua balita.
     
    Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan data terbaru jumlah balita yang mengalami stunting di Kelurahan Samalewa saat ini tercatat 47 orang, angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 53 orang. Penurunan ini menjadi bukti nyata keberhasilan kerjasama lintas sektor yang terus berjalan.
     
    "Stunting bukan sekadar masalah lokal, melainkan masalah yang sampai ke tingkat nasional. Oleh karena itu, penanganannya pun harus kita lakukan secara maksimal dan bersama-sama," ungkap pemateri dalam kegiatan tersebut.
     
    Berbagai dukungan dan bantuan telah disalurkan kepada keluarga balita yang membutuhkan, antara lain berupa telur dari BAZNAS dan Orang Tua Asuh, makanan tambahan dari Puskesmas, serta menu gizi lengkap dari PKK. Terbaru, dukungan juga turut hadir dari program MBG yang ikut memperkuat upaya penuntasan stunting.
     
    Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa bantuan dari berbagai pihak bukan berarti menjadi satu-satunya sandaran. Peran dan kesadaran orang tua —terutama para ibu— tetap menjadi kunci utama keberhasilan.
     
    "Kami mohon kerjasamanya, jangan hanya menunggu bantuan datang. Jangan berpikir karena ada bantuan, maka anak cukup diberi makanan tambahan dari luar saja. Ibu tetap harus bekerja keras memperhatikan kebutuhan gizi anak sehari-hari," tegasnya.
     
    Ditekankan pula, pola makan balita harus terjaga dengan tiga kali makan utama ditambah selingan bergizi. Selingan tidak disarankan berupa jajanan atau kerupuk, melainkan diolah sendiri di rumah dengan bahan dasar telur.
     
    "Penelitian membuktikan, telur memiliki kandungan yang setara dengan susu dalam membantu pertumbuhan tinggi badan anak, namun jauh lebih terjangkau. Dianjurkan setiap balita mengonsumsi dua butir telur setiap hari, baik dicampur dalam makanan maupun disajikan sendiri sebagai selingan," sarannya.
     
    Kegiatan Rembuk Stunting ini diharapkan semakin membuka kesadaran bersama, bahwa selain dukungan pemerintah dan berbagai pihak, kesungguhan orang tua dalam menjaga gizi anak adalah penentu keberhasilan terbesar agar anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
     
    Jurnalist:(Kul indah)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    https://www.profitableratecpm.com/knzuikf5dh?key=c788dca60ab1d7a8d48523714ff94c5e