![]() |
| ungkapfakta.info |
TULANG BAWANG, 4 OKTOBER 2026 Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. menyambut audiensi Ikatan Pengusaha Kenshuusei Indonesia (IKAPEKSI) di Ruang Audiensi Bupati pada Jumat (2/10/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang program pemagangan tenaga kerja muda ke Jepang. Pemerintah daerah diminta menyosialisasikan program yang disebut tanpa biaya pendaftaran ini kepada masyarakat luas.
Namun di tengah kesibukan menyambut rencana ke luar negeri, muncul pertanyaan tajam dari kalangan masyarakat: mengapa urusan di dalam negeri sendiri belum beres, namun pimpinan sudah sibuk mempersiapkan warga pergi ke luar negeri?
Ketua DPD LSM Fortuba Andika Fortuba menyampaikan kekecewaannya.
"Sangat baik jika ada peluang kerja. Tapi kami tidak bisa menutup mata di saat Bupati sibuk menyambut tamu bahas magang ke Jepang, di sini sendiri masih banyak hal mendasar yang tertunda. Dana penyertaan modal BUMD raib belum jelas ke mana. Praktik penimbunan minyak ilegal terang-terangan terjadi. Laporan masyarakat berbulan-bulan belum ditindaklanjuti. Apakah rakyat harus pergi ke negeri orang baru bisa diperhatikan?"
Kontras yang Menyakitkan. Pertemuan yang berlangsung rapi dan hangat di ruang tertutup itu menimbulkan perbandingan yang tidak bisa dihindari.
Program magang ke Jepang disambut, dibahas, direncanakan sosialisasinya sedangkan dana miliaran rupiah penyertaan modal BUMD hilang tidak ada penjelasan terbuka, tidak ada audit umum.
Laporan dugaan penyimpangan di SPBU BUMD sudah masuk tidak ada klarifikasi pimpinan. Jalan rusak, kemiskinan, rumah tidak layak huni masih menjadi keluhan sehari-hari warga.
"Bukan berarti kami menolak peluang kerja. Tapi kami mempertanyakan prioritas. Jika di rumah sendiri belum tertata, bagaimana bisa menjamin warga yang dikirim ke luar negeri akan mendapat perlindungan yang layak? Jika uang rakyat di sini saja tidak dipertanggungjawabkan dengan benar, bagaimana memastikan warga yang pergi ke Jepang tidak akan disalahgunakan?" tegas Andika Fortuba.
Sosialisasi yang Seharusnya Dimulai dari Kejujuran. Disebutkan program ini tidak memungut biaya pendaftaran, namun peserta tetap menanggung biaya pelatihan dan pemeriksaan kesehatan tahap selanjutnya.
Andika Fortuba memperingatkan. "Sebelum menyosialisasikan program ke luar negeri, sosialisasikanlah kebenaran mengenai apa yang terjadi di BUMD Tulang Bawang. Itulah yang paling ditunggu rakyat saat ini. Jangan sampai peluang kerja ke luar negeri dijadikan alih perhatian, sementara persoalan berat di dalam negeri dibiarkan terabaikan."
"Bupati pimpinlah dari rumah sendiri dahulu. Bereskan yang di depan mata. Pertanggungjawabkan setiap rupiah yang hilang. Baru kemudian tunjukkan jalan keluar yang lebih cerah. Rakyat tidak butuh janji ke negeri jauh; rakyat butuh keadilan di tanah kelahirannya sendiri."
Tidak Ada yang Boleh Dihindari Masyarakat tidak menutup kemungkinan manfaat program pemagangan tersebut. Namun hal itu tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda atau mengabaikan penyelesaian masalah yang sudah lama didesak warga.
"Kami tidak melarang warga maju. Kami meminta pimpinan tidak melarikan diri dari tanggung jawab. Kejari Menggala belum menetapkan tersangka, BUMD belum menjelaskan kerugian, gudang minyak belum disidik semuanya menggantung. Dan di saat itulah acara seperti ini diadakan. Tentu rakyat bertanya: apa sebenarnya yang sedang terjadi?"
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Bupati Tulang Bawang terkait pertanyaan-pertanyaan mendasar yang disampaikan masyarakat.
Narasumber:
Ketua DPD LSM Fortuba Andika Fortuba
Sumber: Siaran pers Pemkab Tulang Bawang, keterangan warga, laporan dugaan penyimpangan BUMD dan penimbunan minyak
Pewarta: Yantoni
.png)

.png)